Rabu, 11 September 2019

AKUSTIK KELAUTAN


AKUSTIK KELAUTAN
Kata “akustik” berasal dari kata Yunani “akoustikos” yang berarti dari atau untuk pendengaran. Akustik adalah ilmu interdisipliner yang berkaitan dengan studi dari semua gelombang mekanik dalam gas, cairan, dan padatan termasuk getaran, USG, suara, dan infrasonic. Akustik sendiri memiliki definisi sebagai teori gelombang suara dan perambatannya pada suatu medium. Seorang ilmuan yang bekerja dibidang akustik adalah acoustician, sementara yang bekerja di bidang teknologi akustik dapat disebut sebagai seorang insinyur akustik.
Akustik kelautan merupakan satu bidang kelautan yan mendeteksi target dikolom perairan dan dasar perairan dengan menggunakan suara sebagai medianya. Akustik kelautan merupakan teori yang membahas tentang gelombang suara dan perambatannya dalam suatu medium di air laut
Akustik dibagi menjadi dua macam yaitu:
     1) Akustik pasif merupakan suatu aksi mendengarkan gelombang suara yang datang dari berbagai objek pada kolom perairan, biasanya suara yang diterima pada frekuensi tertentu ataupun frekuensi yang spesifik untuk berbagai analisis. Pasif akustik dapat digunakan untuk mendengarkan ledakan bawah air (seismic), gempa bumi, letusan gunung berapi, suara yang dihasilkan oleh ikan dan hewan lainnya, aktivitas kapal-kapal ataupun sebagai peralatan untuk mendeteksi kondisi di bawah air (hidroakustik untuk mendeteksi ikan).
   2) Akustik aktif memiliki arti yaitu dapat mengukur jarak dari objek yang dideteksi dan ukuran relatifnya dengan menghasilkan pulsa suara dan mengukur waktu tempuh dari pulsa tersebut sejak dipancarkan sampai diterima kembali oleh alat serta dihitung berapa amplitudo yang kembali. Akustik aktif memakai prinsip dasar sonar untuk pengukuran bawah air. Akustik aktif seperti split-beam system dapat mendeteksi organisme yang berukuran kecil (contoh:krill), dengan tanpa batasan ukuran. Posisi dari ikan dapat dideteksi secara akurat dengan menggunakan split beam system, dapat juga digunakan untuk menghitung target strength, kecepatan jelajah serta arah pergerakan dari suatu objek. Dengan perkembangan zaman yang begitu pesat, ilmu akustik juga berkembang sejalan dengan kebutuhan manusia. Arah penelitian dari akustik aktif termasuk penemuan multi beam, multi-frekuensi, dan high frequency imaging system.
Metode akustik merupakan proses-proses pendeteksian target di laut dengan mempertimbangkan proses-proses perambatan suara, karakteristik suara, faktor lingkungan dan kondisi target. Kelebihan dari metode akustik ini, yaitu berkecepatan tinggi, estimasi stok ikan secara langsung dan memproses data secara real time, tepat dan akurat.
Hal-hal yang mendasari kita mempelajari akustik kelautan adalah laut yang begitu luas dan dalam (dinamis), manusia sudah pernah ke planet terjauh tetapi belum pernah ke laut terdalam, sehingga dibutuhkannya alat dan metode untuk melakukan pendeskripsian kolom dan dasar laut dan saat ini metode yang paling baik adalah dengan menggunakan akustik.

Perkembangan Akustik Kelautan di Indonesia

Sejarah akustik memasuki Indonesia masih belum jelas, karena belum didapatkan sumber yang pasti. Namun perkembangannya di Indonesia dapat kita rasakan sekarang yaitu dengan adanya “split-beam acoustic” di beberapa kapal penelitian, seperti yang terdapat pada kapal PUSHIDROSAL. PUSHIDROSAL sendiri merukan Pusat Hidrografi & Oseanografi TNI AL dimana bergerak meneliti bawah laut Indonesia, dan masih banyak lagi kapal penelitian yang ada di Indonesia termasuk kapal penangkap ikan yang di miliki para nelayan yang mana sudah menerapakna sistem akustik kelautan ini. Ilmu akustik di manfaatkan untuk mempermudah dalam survei kelautan, budidaya perairan, penelitian tingkah laku ikan, aplikasi dalam studi penampilan dan selektivitas alat tangkap, bioakustik. Aplikasi dalam survei kelautan, dengan akustik kita dapat menduga spesies ikan yang ada di daerah tertentu dengan menggunakan pantulan dari suara, semua spesies mempunyi target strengh yang berbeda-beda. Aplikasi dalam dunia budidaya untuk pendugaan jumlah ekor, biomass dari ikan dalam jaring/kurungan pembesaran untuk menduga ukuran dari individu ikan dalam jaring kurungan, memantau tingkah laku ikan dengan acoustic tagging.
            Aplikasi akustik dalam tingkah laku ikan meliputi pergerakkan migrasi ikan dengan acoustic tagging, orientasi target (tilt angle), reaksi menghindar terhadap gerak kapal survei dan alat tangkap, respon terhadap rangsangan/stimuli cahaya, suara, listrik, hidrodinamika, komia, mekanik dan sebagainya. Aplikasi dalam studi penampilan dan selektivitas alat tangkap ikan meliputi pembukaan mulut trawl dan kedalaman, selektivitas penagkapan dengan melihat ukuran ikan target.

Teknologi akustik bawah air biasa disebut hydroacoustic atau underwater acoustics yang semula ditujukan untuk kepentingan militer telah berkembang dengan sangat pesat dalam menunjang kegiatan non-militer. Dengan teknologi mutahir, teknologi akustik bawah air dapat digunakan untuk kegiatan penelitian, survey kelautan dan perikanan baik laut wilayah pesisir maupun laut lepas termasuk laut dalam bahkan dapat digunakan diperairan dengan kedalaman sampai dengan 6000 meter. Teknologi akustik bawah air dapat digunakan untuk mendeteksi sumberdaya hayati dan non-hayati baik termasuk survey populasi ikan yang relatif lebih akurat, cepat dan tidak merusak lingkungan dibandingkan dengan teknik lain seperti metode statistik dan perhitungan pendaratan  ikan di pelabuhan (fish landing data).
Echosounders Dan Sonar
Echosounder memancarkan gelombang pendek suara dan mendengarkan energy tercermin dari dasar laut  atau hal-hal dalam kolom air seperti schooling ikan atau plankton. Setiap besar kapal memiliki gema lebih sehat diarahkan vertikal ke bawah untuk mengukur kedalaman di bawah keel. Hal ini penting untuk navigasi aman sehingga echo pembunyi yang paling sering menggunakan teknologi akustik.
Sonar digunakan untuk aplikasi yang memerlukan frekuensi yang lebih tinggi daripada yang digunakan dalam seismik refleksi, biasanya lebih tinggi daripada 1 kHz, walaupun ada kontinum aplikasi. Sonars frekuensi rendah dapat digunakan untuk resolusi tinggi sub-bottom profiling. Rentang frekuensi mereka lebih tinggi dari airguns sehingga mereka dapat menyelesaikan tipis tempat tidur tapi penyerapan sinyal jauh lebih tinggi sehingga penetrasi terbatas.

Teknologi Fish Tracking
Teknologi fish tracking terdiri dari beberapa sistem. Pertama tag atau etiket, piranti yang di sisipkan kedalam tubuh ikan. Teknologi fish tracking bisa membedakan ikan satu dengan yang lainnya karena keberadaan tag tersebut. Kedua hydrophone, merupakan suatu transducer yang mengubah besaran gelombang suara menjadi level tegangan atau arus, satuan untuk gelombang suara dinyatakan dalam satuan dB re 1 μPa. Ketiga display, piranti yang memungkinkan pengguna untuk mengamati perubahan posisi ikan dan informasi lainnya. Display memerlukan input dari hydrophone untuk bisa menampilkan informasi posisi ikan, karena itu diperlukan interface untuk menangani hal tersebut. Perhitungan matematis untuk mengetahui jarak dan kedalaman relatif tag terhadap hydrophone, memerlukan persamaan-persamaan mengenai sifat dan karakteristik media perambatan. Jarak yang tepat dengan eror yang sangat kecil, sulit didapat karena banyak variable yang bisa mempengaruhi perhitungan. Diantaranya kedalaman laut, kadar garam, suhu permukaan, musim dan banyak lagi faktor lainnya.
Penerapan Teknologi Akustik Bawah Air
Pengukuran Kedalaman Dasar Laut (Bathymetry)
Pengukuran kedalaman dasar laut dapat dilakukan dengan Conventional Depth Echo Sounder dimana kedalaman dasar laut dapat dihitung dari perbedaan waktu antara pengiriman dan penerimaan pulsa suara. Dengan pertimbangan sistim Side-Scan Sonar  pada saat ini, pengukuran kedalaman dasar laut (bathymetry) dapat dilaksanakan bersama-sama dengan pemetaan dasar laut (Sea Bed Mapping) dan pengidentifikasian jenis-jenis lapisan sedimen dibawah dasar laut (subbottom profilers). (maman_hermawan.htm)
Pengidentifikasian Jenis-jenis Lapisan Sedimen Dasar Laut (Subbottom Profilers)

Seperti telah disebutkan diatas bahwa dengan teknologi akustik bawah air, peralatan side-scan sonar yang mutahir dilengkapi dengan subbottom profilers dengan menggunakan prekuensi yang lebih rendah dan sinyal impulsif yang bertenaga tinggi yang digunakan untuk penetrasi kedalam lapisan-lapisan sedimen dibawah dasar laut. Dengan adanya klasifikasi lapisan sedimen dasar laut dapat menunjang dalam menentukkan  kandungan mineral dasar laut dalam. Dengan demikian teknologi akustik bawah air dapat menunjang esplorasi sumberdaya non hayati laut.
Pemetaan Dasar Laut (Sea bed Mapping)
Dengan  teknologi side-scan sonar dalam pemetaan dasar laut, dapat mengahsilkan tampilan peta dasar laut dalam tiga dimensi. Dengan teknologi akustik bawah air yang canggih ini dan dikombinasikan dengan data dari subbottom profilers, akan diperoleh peta dasar laut yang lengkap dan rinci. Peta dasar laut yang lengkap dan rinci ini dapat digunakan untuk menunjang penginterpretasian struktur geologi bawah dasar laut dan kemudian dapat digunakan untuk mencari mineral bawah dasar laut.
Pencarian kapal-kapal karam didasar laut
Pencarian kapal-kapal karam dapat ditunjang dengan teknologi side-scan sonar baik untuk untuk kapal yang sebagian terbenam di dasar laut ataupun untuk kapal yang keseluruhannya terbenam dibawah dasar laut. Dengan teknologi ini, lokasi kapal karam dapat ditentukan dengan tepat. Teknologi akustik bawah air ini dapat menunjang eksplorasi dan eksploitasi dalam bidang Arkeologi bawah air (Underwater archeology) dengan tujuan untuk mengangkat dan mengidentifikasikan kepermukaan laut benda-benda yang dianggap bersejarah.
Penentuan jalur pipa dan kabel dibawah dasar laut
Dengan diperolehnya peta dasar laut secara tiga dimensi dan ditunjang dengan data subbottom profiler,  jalur pipa dan kabel sebagai sarana utama atau penunjang dapat ditentrukan dengan optimal dengan mengacu kepada peta geologi dasar laut. Jalur pipa dan kabel tersebut harus melalui jalur yang secara geologi stabil, karena sarana-sarana tersebut sebagai penunjang dalam eksplorasi dan eksploitasi di laut.
Analisa Dampak Lingkungan di Dasar Laut 
Teknologi  akustik bawah air Side-Scan Sonar ini dapat juga menunjang analisa dampak lingkungan di dasar laut. Sebagai contoh adalah setelah eksplorasi dan ekploitasi sumber daya hayati di dasar laut dapat dilakukan, Side-Scan Sonar dapat digunakan untuk memonitor perubahan-perubahan yang terjadi disekitar daerah eksplorasi tersebut. Pemetaan dasar laut yang dilakukan setelah eksplorasi sumber daya non-hayati tersebut, dapat menunjang analisa dampak lingkungan yang telah terjadi yang akan terjadi.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2018. Modul Praktek Dasar-Dasar Akustik. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. IPB. 
             Bogor
Anonim. 2015. Buku Panduan Praktikum Akustik Kelautan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. 
             Universitas Brawijaya. Malang

Hermawan, Maman.(2002). Peranan Teknologi Akustik Bawah Air (Hydroacoustics) Dalam Ekplorasi Dan Eksploitasi Sumberdaya Laut Dan Perikanan. Institut Pertanian Bogor. (www.maman_hemawan.htm)
Wijaya, Indra R dan Dadan Muliawandana.(2008). Pemanfaatan Teknologi Fish Tracking Pada Perencanaan Kawasan Konservasi Laut. Pusat Penelitian Elektronika dan telekomunikasi, LIPI Jalan Sangkuriang, Cisitu, Bandung. (www.fish tracking. pdf.htm)